Pakaian Batik dulu dianggap sebagai hal yang kuno bagi yang memakaianya, sehingga para anak muda maupun yang senior akan merasa malu untuk memakainya. Hal tersebut akan menjadi terpaksa pada saat-saat menghadiri acara-acara formal yang diharuskan untuk memakai pakaian yang berbahan batik. Pakaian batik wanita akan sangat jarang dipakai karena modelnya yang selalu monoton dan terkesan tua, jadi akan membuat para generasi muda merasa enggan untuk meneruskan atau melestarikan hal tersebut.

Namun, sekarang sudah banyak sekali para perancang baju atau pakaian yang mumbuat hasil karya pakaian modern yang dipadukan dari bahan batik. Sehingga akan terlihat lebih modern dan fashionable. Tentunya dengan warna-warna yang lebih cerah sehingga akan terlihat atau terkesan fresh bagi yang memakainya serta dengan model-model yang baru dan tidak cenderung terkesan kuno.

Source : www.inclovermag.com

Nah, sebagai salah satu upaya untuk melestarikan salah satu warisan budaya bangsa tersebut, Bank Indonesia (BI) mengadakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2017 di Jakarta Convention Centre, Senayan, Jakarta  pada bulan Agustus kemarin. Dalam acara tersebut menampilkan berbagai hasil karya dari UMKM binaan dari berbagai kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. Salah satu hasil karya yang ditunjukkan yaitu berupa batik wanita modern dengan model-model yang cerah dan modern.

Tak hanya sebatas memamerkan pakaian, namun banyak karya-karya lainnya yang dihasilkan dari UMKM yaitu diantaranya tas, jaket, kerajinan tangan, perhiasan hingga makanan khas dari berbagai daerah. Selain dari hal tersebut diatas, diadakannya juga acara talkshow dan workshop dengan berbagai macam tema yang menginspirasi dan juga dengan narasumber yang telah ahli di bidangnya masing-masing sehinggal membuat acara semakin meriah dan menarik para pungunjung pameran tersebut.

Dari acara-acara semacam tersebut dapat selalu memberikan inspirasi dan dapat terus melestarikan budaya batik Indonesia agar tidak punah ataupun bisa menjadi hal yang menarik bagi para generasi muda untuk mengembangkannya. Sehingga kita sebagai generasi muda tidak malu lagi untuk menggukanannya atau terlebih lagi untuk memperkenalkannya di dunia luar mengenai budaya kita sendiri. Dengan begitu budaya kita akan selalu dilestarikan dan dikenal di luar negeri pula.